1. Persiapan Lahan (Cleansing & Levelling)
Pembersihan: Area harus bebas dari debu, tanah, dan sampah. Biasanya dibersihkan menggunakan air compressor agar pori-pori fondasi terbuka.
Perbaikan Fondasi: Jika tanah di bawahnya lembek, harus diperkuat dulu dengan batu makadam atau sirtu dan dipadatkan. Aspal secanggih apa pun akan hancur jika tanah di bawahnya labil.
2. Pemberian Lapisan Perekat (Priming)
Setelah lahan bersih, disemprotkan cairan perekat:
Prime Coat: Digunakan jika aspal dipasang di atas lapisan batu (tanah/fondasi). fungsinya mengikat butiran batu.
Tack Coat: Digunakan jika aspal dipasang di atas aspal lama atau beton. Fungsinya sebagai "lem" agar lapisan baru tidak bergeser (slipping).
3. Pengecekan Suhu
Penting: Saat sampai di lokasi, suhu aspal harus dicek. Idealnya masih di kisaran 130°C - 150°C. Jika suhu turun di bawah 110°C, aspal akan sulit dipadatkan dan hasilnya tidak akan maksimal.
4. Penghamparan (Spreading)
- Alat Berat:
Untuk jalan raya, menggunakan Asphalt Paver agar ketebalan dan kemiringan presisi.
- Manual:
Untuk area sempit (seperti garasi atau gang), bisa menggunakan tenaga manusia dengan alat manual, namun harus sangat cepat agar suhu tidak drop.
5. Pemadatan (Compacting) – Tahap Krusial
Pemadatan dilakukan dalam tiga tahap:
- Initial Rolling:
Menggunakan Tandem Roller (penggilas besi) segera setelah dihamparkan (suhu 110-120°C).
- Secondary Rolling:
Menggunakan Pneumatic Tire Roller (penggilas roda karet). Tahap ini bertujuan untuk menutup pori-pori agar aspal kedap air.
- Final Rolling:
Menggunakan Tandem Roller lagi untuk menghilangkan bekas jejak roda dan meratakan permukaan akhir.
6. Finishing dan Curing
Setelah rata, aspal dibiarkan mendingin secara alami.
Pantangan:
Jangan menyiram aspal panas dengan air agar cepat dingin, karena akan merusak struktur pengikatnya.
Jalan baru bisa dilalui kendaraan setelah suhu aspal benar-benar turun ke suhu ruang (sekitar 3-4 jam setelah pengerjaan).
Tanda-tanda Pengerjaan yang "Salah":
Aspal Brudul: Biasanya karena dipadatkan saat sudah dingin atau kurang cairan perekat (tack coat).
Genangan Air: Akibat kemiringan (slope) yang tidak diatur saat penghamparan. Aspal paling anti dengan air yang menggenang lama.
Retak Rambut: Biasanya terjadi karena fondasi tanah di bawahnya belum padat sempurna tapi sudah dipaksa diaspal.